Rindu

Aku dalam kerinduan. Pada arwah ibu yang telah tiada. Gelak tawa, senyum mesra, kasih sayang berlipat ganda. Itu semua tiada lagi. Dan tak mungkin kembali.

Aku dalam kerinduan. Pada ruang hati terdalam. Sejak Mei 2006 itu.

Dulu, selalu, masa luang antara Maghrib ke Isya’ kami isi dengan bercerita dan bergurau senda.

Dulu, selalu, kawan-kawan kata aku dan arwah ibu macam kawan.

Dulu, selalu, kami berkumpul mendengar arwah ibu bercerita. Lebih kelakar dari Senario. Lebih lawak dari Abang Kasim Raja Lawak.

Dulu, selalu, nak makan apa? Ting!!! magic tersedia.

Dulu, kini, dan selamanya aku rindu.

Aku dalam kerinduan. Al-Fatihah.

*Sangat terkilan tiada di sisi ibu di saat akhir menghembuskan nafasnya. Syukur kami dapat bantu memandikan jenazah ibu.*

Advertisements

7 responses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s